Suara langkah kecil terdengar dari arah koridor. Pintu kamar terbuka perlahan, memperlihatkan bocah laki-laki dengan kaus tidur dan rambut agak berantakan. Matanya membulat melihat sosok besar di sofa yang berselimut tebal dan wajah yang tampak lebih pucat dari biasanya. “Papa?” Leon berseru kaget. “Apa Papa... mati?” Arielle segera menoleh. “Leon,” tegurnya lembut. “Jangan berkata seperti itu.” Leon mendekat, menatap Alvaro yang hanya mengangkat alis dengan lemah. “Astaga, Papa kelihatan seperti zombie pensiunan.” Alvaro mendengus. “Mulutmu tetap setajam biasanya, Nak.” “Papa kelihatan lemah,” lanjut Leon santai. “Biasanya Papa jalan seperti singa, sekarang kayak tapir tua yang kecapekan.” Arielle nyaris menyemburkan air dari cangkir yang baru ia ambil. “Aku tetap bisa menyeretmu k

