Alvaro membuka lemari kecil di samping ranjang bayi, mencari-cari perlengkapan dengan gerakan cepat namun hati-hati. Ia menarik satu popok bersih, tisu basah, dan bedak bayi, lalu meletakkannya rapi di atas alas empuk yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Michele menggeliat lagi, lalu mengeluarkan suara seperti erangan kecil. Matanya terbuka lebih lebar, dan ia tampak mulai sadar bahwa dunia di sekitarnya sudah tidak sehangat dekap selimut. “Sst, tenang, sayang,” gumam Alvaro lembut. “Papa cuma mau bersihin, ya.” Ia mulai membuka perekat popok Michele dengan pelan, berusaha tidak membuat si kecil kaget. Namun begitu popok terbuka, ekspresinya berubah. Arielle yang melihat dari tempat tidur menahan tawa. “Kau baik-baik saja?” Alvaro mendongak cepat, lalu menghela napas. “Dia benar-benar

