Sore hari, sebelum mobil benar-benar keluar dari area sekolah, seorang panitia berlari kecil mendekati mereka sambil melambaikan tangan. Alvaro mengerem pelan. Arielle menurunkan kaca jendela. “Mohon maaf, ada pengumuman tambahan untuk peserta termuda,” ucap panitia itu sopan. “Kepala sekolah ingin menyampaikan langsung.” Alvaro menoleh ke Arielle. “Kita turun sebentar.” Mereka kembali ke pelataran. Kepala sekolah telah menunggu di dekat podium kecil. Beberapa guru berdiri di belakangnya membawa map dan daftar nilai. Leon berdiri tegak di sisi Arielle, seragamnya tetap rapi. Kepala sekolah menatap Leon, lalu tersenyum ramah. “Anak muda, catatanmu hari ini istimewa. Kau peserta termuda di tingkat ini dan menyelesaikan seluruh paket soal dengan ketepatan yang melampaui rata-rata. Ada beb

