Pagi di mansion bergerak rapi. Arielle menyiapkan tas kecil berisi buku catatan, botol minum, dan selimut tipis untuk Michele. Alvaro sudah menunggu di depan pintu, satu tangan menuntun Leon, satu tangan lain menenteng kursi bayi. “Siap, Mama,” ucap Leon dengan d**a tegap. Arielle mengusap rambutnya. “Hari ini pengarahan akselerasi. Dengarkan baik-baik.” Alvaro menunduk sedikit pada Arielle. “Kau duduk di depan bersamaku. Aku ingin melihat wajahmu saat kabar baik datang.” Michele menguap kecil. Arielle tersenyum dan menurunkan kecupan di dahi putrinya. Mereka berangkat. Di gerbang sekolah, panitia menyambut dengan sopan. Mata beberapa orang tua beralih sekejap begitu Alvaro melangkah. Aura dingin itu tidak mengancam, hanya menuntut rapi. Matteo sudah lebih dulu memetakan jalur masuk d

