⚠️Persiapan Kelahiran ⚠️

1426 Kata

Pagi itu cahaya masuk tenang melalui tirai tipis kamar utama. Arielle duduk di tepi ranjang sambil mengatur napas, satu tangan menyapu halus lengkung perutnya yang sudah penuh. Gerakan kecil dari dalam terasa tegas. Bayi itu seakan memberi salam. Arielle tersenyum tipis. Dalam senyap yang rapi itu, pintu terbuka dan Alvaro masuk dengan langkah yang terukur. Ia tidak membawa berkas, tidak membawa ponsel, hanya membawa selimut tipis dan secangkir air hangat. “Aku bangunkan sarapan di ruang duduk,” ucapnya lembut. “Kau mau ke sana sekarang atau menunggu lima menit lagi.” “Aku bisa jalan,” jawab Arielle. “Tolong temani.” Alvaro memindahkan bantal penopang, menawari lengan, lalu berjalan di sisi Arielle hingga ke sofa panjang di dekat jendela. Ia memastikan pijakan, menarik meja kecil mendek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN