Terjebak Sendiri

2102 Kata

Arsya baru saja pulang dari kampus sore ini. Udara Manchester masih dingin walau cahaya matahari masih ada tapi tidak terik lagi. . Ia berjalan kaki dengan ransel tersampir di satu bahu, langkahnya santai, pikirannya kosong, jenis kosong yang muncul setelah seharian berkutat dengan jadwal kuliah yang padat dan kepala yang dipaksa berpikir terus - menerus. Alih - alih langsung pulang ke apartemen, Arsya berbelok ke sebuah restoran Italy di sudut jalan. Restoran itu tidak istimewa, tapi cukup nyaman, dan yang terpenting, tidak memaksanya untuk berpikir terlalu banyak soal makan malam. Ia memang sedang malas untuk keluar lagi nanti hanya mencari makan malam. Setelah ini dia mau mandi dan rebahan, malas - malasan sambil Mobile Legend, mungkin, atau sekalian tidur. Pokoknya tidak keluar lagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN