Jadi Bahan Pembicaraan

2115 Kata

Arman baru saja sampai di rumah menjelang sore. Langkahnya agak santai ketika membuka pintu, ransel masih tersampir di satu bahu. Begitu masuk ke ruang tengah, aroma teh hangat dan kudapan manis langsung menyambutnya. Di sana sudah ada Nini Priska yang duduk bersandar nyaman di sofa, berhadapan dengan Yangti Sarah. Kak Anya duduk di kursi tunggal, kakinya menyilang, ikut nimbrung obrolan yang terdengar ringan dan penuh tawa kecil. Eyang Nino tidak terlihat. Biasanya kalau sore begini, eyang masih keliling, entah ke rumah Aki Owie atau sekadar jalan sebentar. "Assalamualaikum," ucap Arman sambil melepaskan sepatunya. "Waalaikumsalam," jawab mereka hampir bersamaan. "Tumben pulang cepat, Bang?" tanya Yangti Sarah sambil menoleh. "Iya, tadi cuma ada satu mata kuliah aja. Yang satunya lag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN