28. Bukan Ririn yang Dulu Lagi

1092 Kata

Untuk menghindari omelan ibunya, akhirnya Ririn bangkit dari duduknya. “Biar aku saja yang buka pintu,” ucapnya pelan, sambil melangkah pergi. Ririn terhenti, begitu daun pintu halaman terbuka. Wajahnya seketika memucat saat melihat sosok tinggi yang berdiri di hadapannya. Gerald. Untuk beberapa detik, dunia terasa senyap. Angin pagi berembus pelan, tetapi d**a Ririn justru terasa sesak. “Aku ingin bicara denganmu,” ujar Gerald tenang, meski sorot matanya jelas menahan banyak hal. Ririn langsung menegakkan tubuhnya, menahan gemetar yang hampir merayap ke suaranya. “Tidak ada yang perlu kita bicarakan,” balasnya dingin. “Transaksimu dengan suamiku sudah aku penuhi. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi.” Tatapan Ririn mengeras, penuh sindiran. “Jangan bilang kau order lagi le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN