26. Jejak Takdir Masa Lalu

1239 Kata

Telepon itu datang di saat Aldo masih duduk termenung di ruang tamu rumah Rani. Tatapannya kosong, pikirannya penuh penyesalan. Nama Lila tertera di layar ponsel. Aldo menghela napas panjang sebelum akhirnya mengangkat panggilan itu. “Bagaimana?” tanya Lila tanpa basa-basi. “Kau berhasil merayu Ririn pulang, kan?” Aldo memejamkan mata sejenak. “Tidak,” jawabnya pelan namun tegas. “Dan aku minta kau berhenti menelpon aku hanya untuk menanyakan hal itu. Ini urusan rumah tanggaku. Jangan ikut campur lagi.” Sejenak hening di seberang sana. Lalu suara Lila meninggi, tajam dan penuh amarah. “Tidak berguna!” bentaknya. “Kau memang pria lemah, Aldo! Bahkan menghadapi istrimu sendiri pun tidak becus. Pantas saja Ririn berani mempermainkan kamu!” Ucapan itu menghantam hati Aldo, tapi kali in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN