“Kikan,” panggil Rimar pelan. Kikan membuka mata, menyadari jika ia tertidur sambil duduk dekat ranjang putrinya yang berbaring lemah. Sudah lebih dari satu pekan Felora menjalani rawat inap. Ia bergerak, merasakan pegal di pundaknya. Saking lelahnya, tapi, ia tidak ingin beranjak dari sisi Felo, Kikan bisa tidur di mana saja, sampai sambil duduk pun bisa ketiduran. Mencuri-curi waktu di tengah menunggui putrinya tidur. Belakangan jam tidur dan makannya sendiri kacau jika tak sering diingatkan Aunty Rimar yang temaninya. Ia menatap Felora, memastikan putrinya memang masih belum terlihat ingin bangun. Hari ini, Felora lebih banyak tidur, bahkan Kikan sudah putus asa memintanya untuk makan. Felora sangat sulit. Putrinya terlihat agak kurus setelah beberapa hari ini drop. “Pulang ya, b

