Halim tidak akan berhenti gelisah sebelum berhasil menemukan tempat tinggal Kikan dan Felora. Ia gelisah, semakin terus dihantui rasa bersalah saat tidur di ranjang kamarnya. Tempat pertama kali ia memiliki Kikan. Ia teringat semuanya, setiap kebersamaan mereka. Menjadi kenangan spesial tersendiri. Halim tidak hanya tertarik secara fisik dengan Kikan sekarang, tapi juga hatinya. "Jika bukan dengan Mas Halim, aku merasa akan tetap jadi single mom untuk Felora saja." "Kenapa?" tanya Halim. Mereka bicara saling berhadapan di kamar ini setelah melewati malam bersama. Felora tidak datang mengganggu, mulai terbiasa tidur sendiri. Posisi mereka belum mengantuk, Kikan tiba-tiba mengutarakannya. "Entahlah, aku takut sekali jika akan sakit lagi. Trauma yang Ka Hanan tinggalkan saja butuh e

