Untuk kali pertama, Elang bisa masuk ke negeri orang dengan begitu mudahnya. Entah kartu pass apa yang dibawa Anshel. Tapi seseorang sudah menunggunya saat mereka datang. Seorang laki-laki tegap dengan setelan mahal. Wajahnya serupa dengan Ans. Hanya sorot matanya lebih tajam dan intimidatif. Ans tertawa senang melihat sosok yang serupa dengannya. “Kehormatan nih dijemput langsung sama CEO The Erwe,” dia tertawa senang. “Keponakan kurang ajar. Bisa-bisanya turun ke daerah bencana yang separah itu dan merepotkan satu keluarga,” Andre mengacak rambut Ans dan memeluknya. Anshel hanya tertawa sambil balas memeluk. “Kenalin, Om, ini Dokter Elang. Dok, ini Om saya.” “Andre Lazuardi,” Andre mengulurkan tangannya. “Elang.” “Pesawat tercepat ke Jogja masih dua jam lagi. Kita bisa bicara sebe

