Bab 52: Penolakan Ali

1043 Kata

Ponsel yang tengah dipegang Ali luruh ke lantai. Wajahnya pucat pasi. Ia tak menyangka akan mendapat kabar ini dari rumahnya. Sebuah surat dari pengadilan agama, demikian ayahnya memberi tahu. Kaki Ali lemas seketika. Beberapa pekan ini ia kira istrinya sudah mulai luluh dan memaafkannya. Ayu memang masih tak mau bicara dengannya. Tapi beberapa kali ia menelponnya, Ayu sudah mau menerimanya meski ia hanya bisa berbicara dengan ketiga anaknya. Tidak. Ia tak bisa mengabulkan permintaan istrinya yang ini. Gila saja jika ia sampai melepas perempuan seperti Ayu. Lutut Ali terasa lemas. Perempuan yang dulu diperjuangkannya sepenuh hati, kini menuntut perpisahan karena dia memiliki perempuan lain. “Ali, kamu kenapa? Pucat gitu,” tanya temannya. Ali mencari pegangan, dadanya tiba-tiba terasa s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN