Bab 172: Kemenangan Terbesar

1152 Kata

Senyum Elang mengembang lebar. Semua akhirnya selesai. Tak ada lagi kini yang ingin dikejarnya dalam karirnya sebagai dokter selain bekerja sebaik-baiknya dengan menolong orang sebanyak-banyaknya. Dia menarik pinggang Ayu dan membawanya ke dalam dekapannya. “Mas, entar kusut jasnya,” tolak Ayu. Tapi Elang tak peduli. Dikecupnya singkat bibir tipis di depannya hingga membuat Ayu melotot kaget. Elang tertawa. Kesepuluh jemarinya saling bertaut erat di balik pinggang istrinya. “Kamu tahu, mendapatkan hatimu adalah kemenangan terbesar dalam hidupku.” Ayu tersipu. Pipinya masih saja merona merah setiap kali Elang memujinya. Berapa tahun sudah berlalu sejak laki-laki itu mengucapkan ijab qobul di depan ayahnya, tapi tetap saja Ayu seolah dibuat tak percaya. “Kayaknya kita wakili aja deh, K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN