"Mavendra tidak akan menanggung kerugian apapun, Mas. Reputasimu akan tetap bersih, aku jamin itu." Suara Arunaya memecah keheningan yang sempat membeku. Ia tidak mundur, tidak menunduk. Ia menjawab argumen bisnis suaminya dengan bahasa yang sama: transaksi. "Perceraian ini bisa disembunyikan," lanjut Aru, menyusun rencananya dengan ketenangan yang mengerikan. "Kita tidak perlu mengumumkannya ke media sekarang. Kau bisa menyimpannya rapat-rapat sampai kau siap, atau sampai harga saham stabil. Katakan saja aku sedang studi lanjut ke luar negeri, atau sedang pemulihan di tempat terpencil." Aru menarik napas pendek, menahan nyeri yang mulai merambat naik dari perut ke d**a kanannya. "Aku akan menjauh," janji Aru. Matanya menatap Jevas dengan sorot kosong, seolah ia sedang membicarakan nas

