Undangan makan Malam yang Mencurigakan

1334 Kata

"Bukan aneh." Jevas terdiam beberapa saat, membiarkan kata itu menggantung di udara yang dingin, sebelum melanjutkan dengan nada rendah yang sarat akan keyakinan diri yang… bagi Aru… terasa delusional. "Kau yang belum terbiasa. Atau bisa dikatakan, kita belum pernah seintim ini sebelumnya. Tiga tahun kita habiskan dengan punggung yang saling membelakangi. Sekarang, saat aku memutar tubuhku menghadapmu, kau kaget. Itu wajar. Tapi kau akan terbiasa." Aru menatap suaminya dengan sorot mata lelah. Lelah karena harus berdebat dengan tembok beton bernama ego Jevas. Jadi, abaikan saja. "Dan aku tidak pernah berharap seintim ini denganmu, Mas," balas Aru jujur, suaranya pelan namun menusuk. "Terlebih setelah semua luka yang ada... dan setelah aku merasa, cerai jauh lebih baik untuk kita. Ken

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN