Ada di Setiap bab Hidupku

1196 Kata

"Profesor Hadi bilang kau sehat secara medis, tapi kenapa rasanya aku sedang memeluk kerangka kaca yang siap retak kapan saja?" Suara bariton Jevas bergetar rendah di tepat di atas ubun-ubun Arunaya. Pelukan itu tidak melonggar, justru semakin erat, mengunci tubuh kurus Aru dalam d******i yang menyesakkan namun, ironisnya… melindungi. Aru memejamkan mata, menahan napas. Di balik punggungnya, lengan kekar suaminya melingkar bagaikan akar gantung pohon beringin tua; memberikan naungan yang teduh dari terik matahari, namun di saat yang sama, akar-akar itu perlahan membelit, mencekik, dan menyerap habis cahaya matahari yang seharusnya menyentuh tanah. Nyaman, tapi mematikan. Di dalam rongga perutnya, sisa-sisa prosedur embolisasi tadi siang masih berdenyut liar. Rasa panas akibat obat kem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN