"Dia datang untuk mengambil vitamin," dusta Abimana lancar, mengulang alibi yang sudah disepakati dengan Aru. "Sesuai saran ibumu. Dia minta vitamin dosis tinggi agar tidak mudah lelah." "Hanya itu?" "Dan dia curhat sedikit," tambah Abimana, memberikan sedikit kebenaran untuk menutupi kebohongan besar. "Tentang betapa lelahnya dia menghadapi tuntutan menjadi sempurna di mata Mavendra. Sebagai dokter, bukan baru kali ini aku mendengar hal semacam itu." Jevas terdiam. Rahangnya mengeras. "Dia mengeluh padamu?" Jevas tersenyum kecut. "Hebat. Istriku mengeluh pada sahabatku tentang suaminya. Aku benar-benar terlihat seperti b******n di ceritanya, kan?" "Tidak perlu jadi b******n untuk menyakiti orang lain, Jev," sahut Abimana filosofis. "Kadang ketidaktahuan sudah cukup untuk membunuh per

