Pintu kamar tamu itu terpentang lebar, menghantam door stopper karet di dinding dengan suara keras yang menyakitkan telinga. Tidak ada privasi di rumah ini bagi Arunaya. Tidak ada ruang terkunci yang dihormati oleh pemilik rumah yang sesungguhnya, Shankara Jevas Mavendra. Pria itu masuk dengan langkah lebar, aura d******i dan ketidaksabaran menguar darinya, memenuhi ruangan yang sengaja digelapkan itu. Mata Jevas menyapu sekeliling kamar. Ranjang yang rapi tak tersentuh. Tas jinjing Aru tergeletak di lantai. Dan suara gemericik air yang samar dari balik pintu kamar mandi yang tertutup. Jevas melangkah mendekat. Tangannya yang terkepal mengetuk pintu kayu kamar mandi itu. Bukan ketukan sopan, melainkan ketukan yang menuntut, berirama cepat dan otoriter. "Aru?" panggil Jevas. Suaranya te

