Cemburu Itu Menggelikan

1672 Kata

Suara ledakan digital dari layar televisi 60 inci mengisi jeda diantara pertanyaan Hana dan jawaban Arunaya. Aru tidak langsung menjawab. Ia menekan tombol X pada stik kontrol di tangannya, membuat karakter di layar melompat menghindari tembakan musuh, seolah-olah ia juga sedang menghindari peluru pertanyaan yang ditembakkan iparnya. Dengan gerakan lambat dan terkontrol, Aru menoleh. Bibirnya yang dipulas lipstik merah bata itu melengkung membentuk senyum tenang, senyum yang sudah ia latih di depan cermin kamar mandi tadi selama sepuluh menit penuh. "Tidak," jawab Aru, suaranya mengalun lembut, menyembunyikan getaran defensif di dalamnya. "Hanya sedang ingin." Aru menyentuh pipinya sekilas dengan ujung jari, seolah sedang memeriksa riasannya sendiri. "Beberapa waktu lalu aku melihat m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN