Menjemput Kehidupan, bukan Kematian

1812 Kata

Namun, bibir Aru terkunci rapat untuk kebenaran itu. Ia tidak bisa menggunakan penyakitnya sebagai tameng. Jika Jevas tahu ia sekarat, pria itu akan membatalkan perceraian atas nama rasa kasihan. Jevas akan mengurungnya di rumah sakit, memaksanya menjalani operasi yang ia benci, dan Aru akan mati sebagai pasien tak berdaya yang berhutang budi, bukan sebagai wanita merdeka. Aru harus membuat Jevas membencinya. Aru harus membuat Jevas merasa jijik padanya, sehingga pria itu sendiri yang akan membuangnya. Aru menegakkan tubuhnya yang kurus. Ia menarik nafas dalam, mengumpulkan sisa-sisa kewarasannya untuk melancarkan serangan balik. Ia menatap Jevas dengan tatapan paling dingin, paling kejam, dan paling asing yang bisa ia produksi. "Aku tidak mau punya anak," ucap Aru datar. Final. "Kenap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN