Pertanyaan lirih Arunaya itu adalah palu godam yang akhirnya menghancurkan sisa-sisa benteng profesionalisme sang dokter bedah. Selama bertahun-tahun, Abimana selalu memegang teguh sumpah medisnya, menjaga batasan moral sebagai seorang sahabat, dokter, dan pria terhormat. Ia menolak melewati garis itu. Namun hari ini, melihat wanita yang ia cintai memucat di pangkuannya, terengah-engah melawan kematian yang menggerogoti dari dalam, Abimana membuang semua moral sialan itu ke dasar neraka. Tanpa keraguan sedikitpun, Abimana mempererat rengkuhannya. Ia menarik tubuh Aru yang nyaris tak berbobot itu hingga menempel sepenuhnya pada d**a bidangnya. Sang dokter memeluk istri sahabatnya itu dengan kekuatan yang absolut, menyusupkan wajahnya ke perpotongan leher Aru, menghirup aroma wanita itu se

