Aroma desinfektan yang tajam adalah hal pertama yang menyapa indra penciuman Arunaya, menyusul setelahnya rasa kebas yang menjalar dari ujung jari hingga ke pangkal leher. Kelopak mata Aru terasa luar biasa berat. Dengan sisa tenaga yang perlahan kembali mengalir ke dalam pembuluh darahnya melalui cairan infus, ia memaksa matanya terbuka. Cahaya putih dari lampu neon ruang perawatan intensif itu seketika menusuk retinanya, memaksanya mengerjap beberapa kali. Bayangan kabur di hadapannya perlahan mulai terbentuk menjadi garis yang jelas. Di sisi kiri ranjangnya, berdiri Abimana Trisatya. Pria itu menatapnya dengan raut wajah yang sekeras batu namun memancarkan kelegaan yang luar biasa dalam. Tangan sang dokter bedah itu dimasukkan ke dalam saku jas putihnya, menahan diri agar tidak kemba

