Pintu kayu jati berukir di ruang kerja itu tertutup rapat, menelan gema langkah kaki Surya yang baru saja undur diri. Namun, kepergian sang pengacara keluarga sama sekali tidak membawa ketenangan. Ruangan itu justru terasa seperti baru saja dihantam badai tak kasat mata yang menyedot seluruh oksigen di dalamnya. Ratna Mavendra bersandar lemas di kursi kulit kebesarannya. Wanita paruh baya yang biasanya selalu tampil tak tercela itu kini terlihat luar biasa kacau. Ratna berulang kali menghembuskan napas kasar dari sela bibirnya yang bergetar. Tangannya yang dipenuhi cincin berlian naik memijat pangkal hidungnya yang terasa berdenyut menyakitkan. Kepalanya pusing bukan main. Fakta bahwa mendiang ayah mertuanya, sang pendiri dinasti Mavendra, membuat wasiat rahasia yang begitu mengikat da

