Jarum jam menunjukkan pukul sembilan pagi. Arunaya sudah berdiri di foyer, tangannya mencengkeram erat tali tas jinjing berisi rekam medis dan botol air minum. Hari ini adalah jadwal pengambilan darah lanjutan dan konsultasi anestesi untuk persiapan operasi, jika ia jadi melakukannya. Atau setidaknya, konsultasi paliatif untuk meredakan nyerinya. Aru mengenakan terusan midi berwarna broken white yang longgar, dipadukan dengan blazer coklat muda. Riasannya hari ini kembali tebal, menutupi rona kuning di kulitnya yang semakin kentara. Ia sudah siap melangkah keluar. Sopir taksi online sudah menunggu di depan gerbang. Namun, langkah Aru terhenti mendadak saat sebuah mobil Bentley hitam panjang dengan plat nomor khusus memasuki pelataran rumah. Bendera kecil berlogo keluarga Mavendra berki

