Saya ambil Resikonya

1500 Kata

Aru mengangkat cangkir teh bone china yang tipis itu ke bibirnya. Uap hangat Earl Grey menerpa wajahnya, sedikit menyamarkan getaran di tangannya yang mulai melemah. Ia menyesap cairan pahit dan harum itu perlahan, membiarkannya mengalir membasuh kerongkongannya yang tercekat oleh tuduhan ibu mertuanya. Ia butuh waktu lima detik untuk menata ulang ekspresinya. Lima detik untuk mengubur harga dirinya yang baru saja diinjak dengan elegan. Aru meletakkan cangkir itu kembali ke tatakannya tanpa suara. "Sejujurnya, tidak ada masalah, Bu," ucap Aru tenang. Suaranya terdengar meyakinkan, hasil dari latihan bertahun-tahun menjadi istri trofi. "Aku memahami perasaan Hana. Dia mungkin sedang sensitif karena kelelahan mengurus Leo dan segalanya sendirian." Aru menatap mata Ratna dengan sorot patu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN