Paket untuk Ibu Arunaya

1586 Kata

"Jangan mulai lagi, Aru," potong Jevas dingin. Cengkeramannya di bahu Aru mengerat sedikit. "Jangan mulai drama 'sakit-sakitan' mu lagi. Aku sudah cukup sabar seharian ini menuruti ketakutanmu." Jevas memutar kursi Aru agar menghadapnya. Ia menumpukan kedua tangannya di sandaran tangan kursi, mengurung Aru. "Kau istriku. Kau sehat. Dan kita sedang program hamil," ucap Jevas tegas. "Ini bukan sekadar bersenang-senang. Ini usaha. Ini tugas." Jevas mengulurkan tangannya, mengelus pipi Aru dengan ibu jarinya. Sentuhan itu lembut, tapi terasa menuntut. "Jadilah istri yang baik malam ini. Jangan buat aku marah lagi. Aku ingin kita baik-baik saja." Aru menatap Jevas. Ia melihat tekad yang keras di mata itu. Jevas tidak akan mundur. Jika Aru menolak, Jevas akan menganggapnya pembangkangan. Pe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN