Mencintaiku tanpa Syarat

1710 Kata

Ciuman itu tidak seperti badai yang menghancurkan, tidak pula seperti ombak yang menenggelamkan. Ketika bibir Arunaya menempel pada bibir suaminya dengan inisiatif yang gemetar, ia mengharapkan penolakan atau d******i kasar yang biasa Jevas tunjukkan saat egonya terusik. Namun, apa yang ia temukan di sana adalah sesuatu yang jauh lebih berbahaya bagi pertahanan dirinya: sebuah penyerahan. Shankara Jevas Mavendra, pria yang terbiasa menggenggam dunia dalam telapak tangannya, mendadak luluh lantak hanya karena sentuhan ragu istrinya. Otot-otot di bahu Jevas yang semula tegang karena amarah, perlahan mengendur di bawah jemari Aru yang merambat naik ke tengkuknya. Napas pria itu, yang tadinya memburu karena emosi, kini berubah menjadi hembusan berat yang tertahan, seolah ia sedang berusaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN