Perjalanan pulang dari The Ritz-Carlton menuju kawasan elit terasa seperti perjalanan melintasi ladang ranjau yang sunyi. Di dalam kabin Maybach yang kedap suara, tidak ada musik, tidak ada percakapan, hanya ada suara deru ban yang bergesekan dengan aspal basah dan napas tertahan dari dua manusia yang duduk berdampingan namun terpisah ribuan mil secara emosional. Begitu mobil berhenti di depan pilar besar lobi rumah, Arunaya tidak menunggu supir membukakan pintu. Ia mendorong pintu mobil dengan kasar, melangkah keluar, dan membiarkan gaun backless-nya terseret di lantai marmer saat ia berjalan cepat menaiki tangga utama. Ia tidak menoleh pada pelayan yang menyapa. Ia tidak peduli pada tata krama. Kemarahan yang telah mendidih di balik diafragmanya sepanjang malam akhirnya mencapai titik

