Untuk bisa Membawamu Pergi

4793 Kata

Riak air berbunyi gemericik pelan, terbelah oleh sepasang dayung kayu yang digerakkan dengan ritme konstan namun tanpa tenaga penuh. Jauh dari daratan, di tengah bentangan danau Desa Teluk yang permukaannya setenang cermin hitam, sebuah perahu kayu kecil mengapung sendirian. Langit sore yang tadinya cerah kini mulai dihiasi oleh sapuan awan abu-abu tipis, menghalangi sengatan matahari dan menjatuhkan bayangan muram ke atas permukaan air yang dalam. Arunaya melepaskan genggamannya dari gagang dayung. Ia membiarkan dayung itu bertumpu di sisi perahu, membiarkan sisa momentum mendorong perahu kayunya meluncur membelah keheningan yang absolut. Aru menghela nafas panjang. Sangat panjang dan berat, seolah ia sedang berusaha mengeluarkan sisa-sisa karbon dioksida beracun yang mengendap di das

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN