Sentuhan itu membakar. Saat tangan besar Jevas menangkup punggung tangan Aru di bawah meja, reaksi Aru adalah murni refleks pertahanan diri. Kulitnya yang dingin bertemu dengan kehangatan Jevas menciptakan sensasi kejut listrik yang tidak menyenangkan. Tubuhnya yang sedang berjuang menahan mual dan sakit, mengartikan sentuhan itu sebagai ancaman, bukan dukungan. Dengan gerakan cepat dan tersentak, Aru menarik tangannya. Cengkeraman Jevas terlepas. Tangan pria itu kini menggantung kosong di udara, di bawah taplak meja beludru yang menyembunyikan drama kecil mereka. Di sampingnya, Jevas membeku. Rahangnya mengeras seketika. Ia tidak suka ini. Ia tidak suka reaksi Aru yang seolah jijik disentuh. Ia tidak suka istrinya memperlakukannya seperti orang asing yang lancang, apalagi saat Jev

