Kau Keras Kepala Sekali

1430 Kata

Jarak lima langkah itu terasa seperti bentangan kawat berduri yang dialiri listrik tegangan tinggi. Jevas berdiri kaku, matanya terpaku pada satu titik fokus yang membakar retina,tangan Abimana yang masih melingkar erat di pergelangan tangan istrinya. Di lorong hotel yang mewah namun sunyi itu, atmosfer berubah menjadi medan perang dingin. Tidak ada teriakan, namun udara terasa berat, sarat dengan ancaman maskulin yang tak terucap. Jevas tidak langsung menyerang. Ia menunggu. Ia memberi waktu dua detik bagi sahabatnya untuk melepaskan tangan itu secara sukarela. Namun, Abimana tidak bergeming. Dokter itu tidak menarik tangannya dengan panik seperti orang yang tertangkap basah berselingkuh. Sebaliknya, ia menahan tatapan tajam Jevas dengan ketenangan profesional yang menjengkelkan. Jar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN