Hening di ruang konsultasi Dokter Raka siang itu memiliki tekstur yang berbeda. Bukan keheningan mencekam seperti saat prosedur operasi dua minggu lalu, melainkan keheningan kontemplatif yang berat, seolah udara di ruangan itu dipadati oleh partikel-partikel takdir yang sedang dihitung ulang. Di salah satu dinding ruangan yang didominasi warna abu-abu monokromatik, sebuah layar light box digital menyala terang. Menampilkan serangkaian citra CT Scan abdomen tiga fase yang baru saja diambil lima belas menit lalu. Gambar-gambar itu abstrak bagi orang awam, hanya pusaran kabut abu-abu, garis putih tulang, dan organ-organ dalam yang tampak seperti pulau-pulau di peta topografi asing. Namun bagi tiga orang yang ada di ruangan itu, gambar tersebut adalah peta sisa usia Arunaya. Aru duduk di k

