Kepulangan Arunaya dari Rumah Sakit Pusat Mavendra tidak disambut dengan pesta pora atau karangan bunga selamat datang. Itu adalah kepulangan yang sunyi, senyap, dan penuh kehati-hatian, seperti seorang prajurit yang kembali dari garis depan dengan tubuh utuh namun jiwa yang tertinggal di medan perang. Tiga hari perawatan intensif di bawah pengawasan Abimana telah mengembalikan sedikit rona di pipi Aru. Pendarahan hidungnya berhenti total. Rasa nyeri di perut kanannya mereda menjadi denyutan tumpul yang bisa diabaikan dengan bantuan obat pereda nyeri standar. Namun, perubahan terbesar justru terjadi pada iklim di kediaman Menteng. Jevas, pria yang biasanya mendominasi setiap inci oksigen di rumah itu, mendadak berubah menjadi sosok yang berjarak. Bukan jarak karena kemarahan, melainkan

