Rumah Sakit Pusat Mavendra, Lantai Bedah VIP. Koridor rumah sakit yang biasanya tenang kini dipenuhi aura ketegangan. Leo sudah masuk ke ruang operasi darurat. Tulang tibia dan fibula di kaki kanannya patah akibat terinjak kuda setelah ia terjatuh. Pendarahan cukup banyak, tapi dokter bilang nyawanya tidak terancam. Hanya butuh operasi pemasangan pen segera. Di ruang tunggu VIP yang eksklusif, drama keluarga Mavendra berlanjut. Hana duduk di sofa panjang, tubuhnya gemetar hebat. Tangisnya tak kunjung berhenti. Ia merasa bersalah karena mengizinkan Leo berkuda pagi ini. "Ini salahku... hiks... harusnya aku larang..." racau Hana di sela isakannya. Ratna duduk di sampingnya, mengusap punggung Hana. "Sudah. Ini musibah. Jangan menyalahkan diri sendiri." Namun, kata-kata Ratna tidak cu

