"Udah dong, Ma. Jangan ditekuk gitu wajahnya, nanti beli lagi aj--" "Kayak yang banyak uang aja, enteng banget bilang beli lagi!" serobot Nara, kesal. Dia melengos kemudian. Di sebelum berangkat ke lokasi wisuda, saat anak-anak sudah duduk manis di mobil jok belakang, Awan hampiri dulu Nara yang tengah mengunci pintu utama, berusaha menenangkan, minimal mengembalikan mood baik istrinya. Namun, sayang, yang namanya mood pagi hari itu kalau sudah hancur, susah untuk dibenahkan. Nara tetap kesal. Bertepatan dengan itu, terdengar suara kalkson mobil dibunyikan. Oh, itu rombongan Semesta. Sosok Wala menyembul dari balik jendela. "Abang, ayo!" Jangan sampai kesiangan. Awan acungkan jempolnya. Suara klakson kedua, rupanya rombongan Papa Sakha. Terlihat dari jendela sisi kemudi yang dibuka

