Seandainya waktu bisa diputar kembali, ada banyak hal yang ingin Freya lakukan supaya tidak menyisakan penyesalan seperti sekarang ini. Selama perjalanan dari makam Dini dan mengantar Lala kembali ke cafenya, dia masih tidak bergeming dari diamnya. Tatapannya tampak kosong dan muram, seperti ada beban yang sedang mengusik hatinya. "Frey, kamu baik-baik saja kan?" Freya menoleh saat mendengar pertanyaan Leon, tapi matanya malah semakin panas melihat wajah Leon yang tampak menatapnya khawatir. Dadanya berdenyut nyeri, seperti ada pisau yang menggoresnya di sana. Nyatanya kematian Dini tidak hanya meninggalkan duka bagi Lala dan orang-orang terdekatnya, Leon juga harus patah hati karena wanita yang diam-diam dia cintai itu harus meregang nyawa di depan matanya. Sialnya lagi semua terjadi k

