Keputusan

1708 Kata

"Ah, sudah jangan dipikirkan. Ayok kita makan saja!" Geo langsung mengalihkan pembicaraan ketika ia melihat Bulan terdiam dengan wajah bingung. "Iya, Pak." Bulan tak banyak bertanya lagi, ia segera mengambil sendok dan garpu, sepertinya hidangan di meja itu cukup menggiurkan. Namun, entah kenapa hatinya tetap saja terasa pilu, lagi-lagi ia berandai-andai. Seandainya pria yang saat ini duduk di hadapannya itu adalah Noah. Rupanya Bulan masih belum bisa menyembuhkan rasa sakitnya, akan tetapi tidak ada yang bisa ia salahkan juga atas hal ini. Semuanya terjadi begitu cepat, ia bagaikan dilempar sebuah harapan sampai terjatuh dan hilang arah. "Gimana, enak gak makannya?" tanya Geo yang juga sedang menikmati makanan itu. "Iya, Mas ...." Bulan langsung mengatupkan kedua bibirnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN