Hati Bulan merasa tersayat ketika Noah memperkenalkan dirinya sebagai ART baru, padahal seharusnya ia dikenalkan sebagai calon istri. "Eh, ayo masuk yuk! Kita duduk di dalam aja, kayaknya ini sebentar lagi may hujan," ajak Bu Rengganis. Bahkan, langit yang semula cerah mendadak mendung, seolah memahami isi hati Bulan saat ini. "Biar aku yang dorong kursi roda Noah." Tiba-tiba saja Varelly berjalan ke belakang kursi roda yang ditempati Noah. Wanita itu menggeser posisi Bulan yang sudah bersiap untuk mendorong kursi roda di hadapannya. Bulan tak berbicara, namun hatinya berisik dipenuhi kecemburuan. Ia mengikuti langkah Varelly yang sedang mendorong kursi roda Noah. Pria itu terlihat nyaman ketika ia didorong oleh Varelly untuk masuk ke dalam rumah. Setelah tiba di dalam, Var

