Bab 125

2011 Words

Langit sore itu cerah, udara lembut menyapa kota dengan hembusan angin musim semi yang hangat. Di halaman sekolah taman kanak-kanak internasional, Vivienne dan Valiant berlari kecil keluar bersama teman-temannya. Seragam mereka rapi, senyum mereka lebar, dan tangan kecil mereka menggenggam gambar hasil kreasi kelas seni. Di pinggir gerbang sekolah, Nancy berdiri dengan senyum lembut seperti biasa. Rambutnya digulung rapi, tas selempangnya memuat botol minum dan snack ringan untuk anak-anak. Namun, baru beberapa langkah menuju anak-anaknya, tubuh Nancy limbung. Pandangannya berkunang. Ia merasakan mual yang aneh, kepala berputar, dan kaki tak lagi kuat menopang. Dalam hitungan detik, Nancy jatuh terduduk, lalu rebah di pelataran trotoar depan sekolah. Ibu-ibu lain di sekelilingnya langsung

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD