Bab 127

2378 Words

Naura duduk di sudut kamarnya malam itu. Lampu redup menyinari sebagian wajahnya yang tengah menyusun rencana. Wajahnya tak lagi terlihat seperti pengasuh biasa—ada ketegasan dan tekad dalam sorot matanya. Ia menggenggam erat foto kecil yang diambil diam-diam—foto Vincent saat tersenyum menggendong si kembar. Bukan hanya karena wajah tampan Vincent atau rumah mewah tempatnya bekerja. Tapi karena ketertarikan yang tumbuh menjadi obsesi. Naura ingin Vincent menjadi miliknya. Sepenuhnya. Malam itu ia menunggu hingga semua penghuni rumah tertidur. Nancy seperti biasa, tidur cepat karena kehamilannya membuat tubuhnya sering lemas dan mengantuk. Naura tahu jadwal tidur Vincent. Lelaki itu kerap membaca buku atau menyelesaikan laporan di ruang kerja rumah hingga larut malam. Dengan langkah perl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD