"Mami dan Papi sepakat untuk menggelar acara resepsi kalian enam bulan dari sekarang." Deg. Mita terkejut. Matanya membola dengan mulut terbuka. "A-apa, Mi. E-enam bulan?" "Kenapa Mita terkejut begitu?" Jeni bertanya. Sebenarnya, wanita itu memang sengaja membuat keputusan yang diluar dari dugaan. Bukan tanpa sebab Jeni melakukan itu semua. Jeni hanya ingin Mita dengan Johan segera menemukan titik terang pada hubungan mereka, lalu keduanya sama-sama mengakui perasaan yang selama ini tidak pernah mereka ungkapkan satu dengan yang lain hanya karena sebuah gengsi semata. Malu mengaku jika telah tumbuh benih cinta di hati keduanya untuk pasangan masing-masing. Sengaja juga Jeni menakut-nakuti Johan dengan mengatakan tentang banyak hal sampai harus membawa nama Arfa segala. Bukan maksud untu

