Ruang tengah itu sunyi, hanya suara napas pelan dua bayi yang terbaring di bouncer berdampingan, membuat suasana semakin tenang. Kei memeluk kain kecil dengan erat, sementara Nara menyelipkan jari ke dekat bibirnya yang mungil. Kenzo duduk bersila di karpet dengan kaus santai dan rambut yang sedikit acak-acakan. Di sampingnya, Zeya bersandar di sofa dengan selimut tipis yang menutupi pahanya, memberikan kesan hangat dan nyaman. "Tasha sudah masuk kamar," bisik Zeya lembut. "Aku suruh dia istirahat saja. Kalau kamu di rumah, aku yang pegang Kei Nara," tambahnya dengan senyum manis. Kenzo mengangguk setuju dan menoleh ke arah bouncer. "Mumpung libur, aku maunya shift penuh," katanya dengan nada santai dan penuh harapan. Zeya terkikik kecil mendengar itu, suaranya seperti dentingan lonce

