Bab 135 : Dibalik Senyuman

1163 Words

Di lobi, mereka berpisah. Clara kembali ke lantai kebidanan, Zeya menuju pintu utama. Angin siang menyapa saat pintu otomatis terbuka, membawa aroma segar dan hangat. Di luar, sopir sudah menunggu dengan senyum ramah. Baby sitter memasang rem stroller, kemudian membantu Zeya menata dua bantal kecil di kursi mobil bayi. Sebelum masuk, Zeya menatap sejenak gedung rumah sakit yang megah. Ada rasa bangga yang hangat di hatinya. Tempat ini pernah menjadi pusat badai, lalu menjadi panggung pemulihan. Hari ini, tempat ini menjadi saksi dua tangis yang dibutuhkan demi perlindungan. Ia menunduk, mencium dahi Kei dan Nara dengan penuh kasih sayang. "Terima kasih sudah kuat," ucap Zeya pelan. "Kita pulang." Mobil bergerak meninggalkan pelataran, meninggalkan gedung rumah sakit yang megah di belaka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD