Zeya dan Kenzo akhirnya bisa merebahkan tubuh mereka di atas ranjang. Bukan untuk tidur, tapi untuk sekadar menarik napas. Bayi kembar mereka sudah tertidur di boks mungil masing-masing yang diletakkan bersebelahan di sisi ranjang. Hari pertama di rumah sebagai orang tua baru benar-benar menguras tenaga. "Akhirnya bisa duduk juga," gumam Kenzo sambil menyandarkan punggung di kepala ranjang. Zeya mengangguk. Rambutnya masih sedikit basah karena mandi kilat tadi. Ia menatap boks bayi dengan wajah kelelahan sekaligus bahagia. "Mereka tidur nyenyak. Mungkin karena udaranya sejuk," bisik Zeya pelan. Kenzo tersenyum, lalu meraih tangan istrinya dan menggenggamnya lembut. "Kamu luar biasa hari ini. Aku bangga padamu." Zeya menoleh, membalas senyum itu. "Kita berdua luar biasa. Kita berhasil

