“Capek, Sayang?” tanya Bima begitu menginjakkan kaki di Bandara Soekarno-Hatta. “Dikit. Tapi aku excited banget,” jawab Nina dengan senyum yang tak bisa disembunyikan. Mereka berjalan menuju pintu kedatangan. Dari kejauhan, sahabatnya sudah terlihat berdiri menunggu. “Ninaaa!” Suara Ayla yang paling dulu terdengar. Mami Tiva itu berlari kecil sambil melambaikan tangan. Nina terkejut, matanya langsung berbinar. “Ya ampun, Ayla!” Begitu jarak mereka dekat, Ayla langsung memeluk Nina dengan hati-hati, takut menyenggol perutnya. “Nina! Aku kangen banget. Kamu glowing banget, MasyaAllah, calon Bunda kece abis!” Bima tertawa melihat istrinya dipeluk erat sepupunya. “Peluknya pelan aja, Ay.” Tak lama, Mahen ikut menyapa, menyalami Bima dengan hangat. “Welcome home, Kak!” Di belakang merek

