Ekstra Part 17. Bima-Nina

1277 Words

Ruang operasi dipenuhi cahaya putih yang terang, aroma antiseptik langsung menusuk hidung begitu pintu terbuka. Nina terbaring di atas ranjang operasi, tubuhnya sudah dipasangi infus, monitor jantung berdenting pelan mengikuti irama detak jantungnya yang cepat. Topi operasi menutupi sebagian rambutnya, wajah pucat itu menyimpan rasa takut yang berusaha dia redam. Bima mengenakan pakaian khusus ruang operasi, lengkap dengan masker dan penutup kepala. Namun dari sorot matanya, terlihat kecemasan dan cinta yang besar untuk istrinya. Dia duduk di kursi kecil di samping kepala Nina, menggenggam erat tangannya. “Mas,” suara Nina parau, lirih hampir tenggelam oleh suara alat medis. “Aku takut.” Bima segera meremas tangan istrinya, lalu menunduk mendekat agar suaranya terdengar jelas. “Aku di s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD