Nina tidak bisa menunggu sampai esok. Begitu Bima teralihkan oleh telepon panjang dari sekretarisnya, dia diam-diam keluar apartemen, menyalakan mobil, dan melaju menuju sebuah kafe. Sebelumnya Nina meminta bantuan Galang untuk mencari tahu keberadaan Febi. Dan, ternyata perempuan itu sedang duduk manis dengan seorang pria, seolah tidak ada beban sama sekali setelah membuat kekacauan. Begitu memasuki kafe, Nina langsung menemukan Febi di sudut ruangan. Perempuan itu tertawa sambil memainkan sedotan minumannya. Pria di hadapannya terlihat kagum, tak lepas menatapnya. Nina melangkah cepat. Suara hak sepatunya menghentak lantai, membuat beberapa pengunjung menoleh. Febi sempat mengangkat wajah, terperangah melihat Nina berdiri di hadapannya. “Kamu ngap—” Byuuurrr! Segelas jus jeruk yang

