Bab 172. Rian Suka Ira

1431 Words

Pagi di Parangtritis datang dengan langkah pelan, menyentuh vila keluarga dengan cahaya lembut yang menyelinap lewat sela jendela-jendela besar. Udara masih sejuk, membawa aroma laut yang samar dan suara ombak yang terdengar seperti napas panjang alam—tenang, berulang, dan menenangkan. Vila keluarga berdiri terpisah dari vila privat Bram dan Alea. Jaraknya tidak jauh, hanya dipisahkan jalur taman dan beberapa pepohonan tropis, tapi suasananya berbeda. Jika vila privat terasa intim dan personal, vila keluarga terasa lebih lapang—tempat berkumpul, tempat orang-orang dewasa berbagi cerita, tawa, dan pagi yang tidak terburu-buru. Di lantai atas vila keluarga, Ira masih terlelap. Wajahnya tenang, napasnya teratur. Untuk pertama kalinya sejak lama, tidurnya tidak dipenuhi pikiran yang berlaria

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD