Bab 174. Kembali Ke Jakarta

2638 Words

Pagi terakhir di Parangtritis datang dengan cahaya yang berbeda. Matahari tetap terbit seperti biasa, angin laut tetap bertiup lembut, tapi ada sesuatu di udara yang terasa lebih berat—seperti jeda panjang sebelum orang-orang kembali ke hidup mereka masing-masing. Di vila privat, suasana pagi terasa rapi dan tenang. Koper-koper sudah tertutup dan berjajar di dekat pintu. Stroller Alan dilipat rapi. Tidak ada lagi baju berserakan atau handuk tergantung di kursi teras. Semua tanda liburan perlahan disingkirkan, digantikan oleh kesiapan untuk pulang. Alea berdiri di depan jendela besar vila privat. Ia memandang keluar, ke arah laut yang pagi itu terlihat sangat tenang. Tangannya memegang ujung tirai, tapi pikirannya jauh melayang—ke malam-malam hangat, pagi-pagi tanpa alarm, dan rasa aman y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD